Pergaulan Bebas di Kalangan Remaja
Latar Belakang
Semakin
bertambah banyaknya kasus pergaulan bebas dikalangan remaja menjadi alasan
utama saya dalam memilih topik ini sebagai karya tulis. Fenomena pergaulan
bebas sudah menjadi hal yang wajar dikalangan remaja khususnya remaja ditingkat
SMP dan SMA. Banyak contoh pergaulan bebas seperti seks bebas, narkoba, dan
lain-lain.
Pengertian
Pergaulan Bebas.
Pengertian Pergaulan Bebas Menurut KBBI. Pengertian
pergaulan bebas menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) terbagi menjadi 2 kata yaitu pergaulan dan bebas, pergaulan berarti
kehidupan bergaul dan bebas berarti tidak terikat atau terbatas oleh aturan.
Pengertian Pergaulan Bebas Menurut Para Tokoh.
Gunarsa dan Gunarsa (2004, h. 50) mengatakan, “Pergaulan bebas berarti
pergaulan yang luas antara pemuda dan pemudi. Tidak terlalu menekankan
pengelompokan yang kompak antara dua orang saja, akan tetapi antara banyak
muda-mudi.”
Faktor yang
Menyebabkan Pergaulan Bebas.
Beberapa faktor
yang menyebabkan remaja melakukan pergaulan bebas adalah: (a) penampilan fisik,
remaja tidak percaya diri ketika masa pubertas karena adanya perubahan fisik;
(b) status kedewasaan, seperti pemikiran yang masih kekanak-anakan akan mudah
terpengaruh serta kurangnya sikap bertanggung jawab; dan (c) kekaburan mengenai
masa depan dan keragu-raguan mengenai tempatnya didalam masyarakat. (Gunarsa
& Gunarsa, 2004).
Dampak Negatif
Pergaulan Bebas.
Dampak negatif
dari pergaulan bebas terbagi menjadi 2, yaitu (a) kenakalan remaja, (b) seks
bebas, dan (c) narkotika. (Chomaria, 2008).
Kenakalan Remaja. Kenakalan remaja adalah perilaku menyimpang dan melanggar
aturan sehingga mengganggu ketertiban dan ketenangan hidup masyarakat. Contoh dari
kenakalan remaja adalah perampokan, pembunuhan, pencurian, perkosaan, tawuran,
pelacuran, pencurian, sampai membolos sekolah.
Seks Bebas. Kebanyakan remaja
melakukan seks bebas karena didorong oleh keinginannya sendiri untuk merasakan
kenikmatan duniawi semata tanpa mempertimbangkan agama dan nilai moral. Dorongan
seksual remaja timbul akibat banyaknya media massa cetak maupun elektronik yang
banyak mengekspose tentang pornografi sehingga banyak remaja yang terpengaruh
untuk mengikuti.
Keuntungan
dan Kerugian. Keuntungan dari seks bebas hanya satu yaitu untuk
menyalurkan dorongan seksual, sedangkan kerugiannya lebih banyak yaitu (a) menjadi
kecanduan, (b) berdosa, (c) rasa penyesalan yang tidak akan hilang, dan (d) dari
pihak wanita akan merasa kotor dihadapan suaminya nanti.
Akibat
Seks Bebas. Akibat dari seks bebas antara lain: (a) hamil, ada 3
alternatif bila terlanjur hamil yaitu melahirkan dan menjadi single parent,
melahirkan dan hak asuh diberikan pada keluarga, atau aborsi; (b) penyakit
menular seksual (PMS), seperti gonorrhea, herpes dan sifilis; (c) HIV/AIDS,
penyakit ini yang paling sering terjadi bila melakukan seks bebas dan paling
sulit disembuhkan serta sangat menular; dan
(d) penyimpangan seksual, seperti masturbasi, fethisisme, prostitusi, homo
seksual, dll.
Narkotika. Awalnya remaja
yang penasaran dengan narkoba yang ditawarkan akan coba-coba lalu mulai
meningkatkan dosis penggunaan akhirnya menjadi kecanduan. Pemasok awalnya memberi
dengan gratis tetapi ketika sudah kecanduan, pemasok baru member harga mahal
untuk narkoba ini. Pecandu akan mulai mengalami perubahan suasana hati, pola pikir
dan perilaku. Beberapa narkotika seperti heroin, putaw dll memberikan efek
menyenangkan dan bebas pada awalnya kepada pemakai. Efek jangka pendek dari
narkoba ini adalah kerusakan atau gangguan organ tubuh, efek jangka panjangnya dapat
menyebabkan kerusakan otak sampai kematian.
Pengertian
Remaja.
Pengertian Remaja Menurut KBBI. Pengertian
remaja menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah mulai dewasa atau
sudah sampai umur untuk kawin.
Pengertian Remaja Menurut Para Tokoh. “Masa remaja adalah masa peralihan dari
anak – anak menuju dewasa yang mencakup kematangan mental, emosional, sosial
dan fisik”.
(Hurlock,
1999, h. 206).
Perkembangan
Psikososial Remaja. Erik Erikson mengemukakan delapan tahap perkembangan
psikososial, dalam pandangannya tujuan remaja adalah mencari identitas. Pada masa
remaja kita mulai mencari tahu siapa diri kita dan apa keyakinan diri kita,
sedangkan remaja yang tanpa identitas jelas dan tanpa tujuan sangat mudah
dipengaruhi hal-hal negatif dari teman-temannya. (Semiun, 2010).
Upaya Mencegah
Pergaulan Bebas pada Remaja.
Upaya Mencegah Pergaulan Bebas pada Remaja
dari Orang Tua. Beberapa upaya yang dapat dilakukan orang tua untuk
mencegah anaknya melakukan pergaulan bebas dimasa remaja, yaitu: (a) orang tua
tidak boleh menyerah dalam mendidik anak, harus bertahan dan kuatb dalam
mendidik anak dimasa remajanya; (b) orang tua harus konsisten dalam ucapan dan
ajarannya, tidak boleh plinplan dan harus member pesan yang jelas pada anak;
(c) menjalin kontak yang positif dengan anak, seperti komunikasi dan melakukan
kegiatan bersama; (d) memberi pengarahan yang lunak tapi pasti, orang tua harus
tegas tapi tidak menggunakan kekerasan; dan (e) kenali diri anda sendiri, tidak
perlu mengikuti metode pengajaran orang lain bila menurut anda tidak sesuai
dengan pendapat anda karena setiap anak dapat diajarkan secara berbeda.
(Gardner, 1996).
Kesimpulan
Simpulan dari
karya tulis ini adalah banyak aspek yang menimbulkan remaja melakukan perilaku
pergaulan bebas,tidak dipungkiri bahwa memang setiap tahunnya kasus remaja yang
terlibat pergaulan bebas semakin meningkat. Ini juga dissebabkan oleh kurangnya
moral bangsa pada zaman modern sekarang ini. Semoga karya tulis ini dapat
bermanfaat untuk remaja dimasa yang akan datang dan semoga kehidupan moral
remaja di Indonesia menjadi semakin lebih baik.
Daftar Pustaka
Chomaria, N. (2008).
Pergaulan bebas. Dalam A. Najmuddin (Ed.), Aku
sudah gede: Ngobrolin pubertas buat remaja islam (h. 95-125). Solo:
Samudra.
Gardner, J. E.
(1996). Memahami gejolak masa remaja
(M. S. Hadisubrata, Penerj.). Jakarta: Mitra Utama. (Karya asli diterbitkan
tahun 1983)
Gunarsa, Y. S.
D., & Gunarsa, S. D. (2004). Psikologi
untuk muda-mudi. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Hurlock, E. B.
(1999). Psikologi perkembangan (I.
Widayanti & Sudjarwo, Penerj.). Jakarta: Erlangga.
Semiun, Y. (2010).
Teori kepribadian dan terapi
psikoanalitik freud (h. 21). Yogyakarta: Kanisius.
Tim Pustaka
Phoenix. (2009). Kamus besar bahasa indonesia
edisi baru. Jakarta: Media Pustaka Phoenix.