Perilaku Menyontek Anak Sekolah
Pengertian Menyontek
Pengertian menyontek menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia. Menyontek berasal dari kata sontek yang
berarti melanggar, menocoh, menggocoh yang artinya mengutip tulisan, dan lain
sebagainya sebagaimana aslinya, menjiplak.
Pengertian
menyontek menurut para tokoh.
Menurut Webster’s New Universal
Unabridged Dictionary (Schmelkin, 2008), menyontek diartikan sebagai perilaku yang menipu yaitu
dengan dengan kecurangan.
Menurut Eric, dkk (Hartanto, 2012), menyontek berarti upaya yang
dilakukan seseorang untuk mendapatkan keberhasilan dengan cara-cara yang tidak
jujur.
Jenis-Jenis Menyontek
Menurut Hetherington dan Feldman (Anderman & Murdock, 2007) Terbagi
4, yaitu:
Individualistic-opportunistic dapat
diartikan sebagai perilaku dimana siswa mengganti suatu jawaban ketika ujian
atau tes sedang berlangsung dengan menggunakan catatan ketika guru atau guru
keluar dari kelas.
Independent- planned dapat
diidentifikasi sebagai menggunakan catatan ketika tes atau ujian berlangsung,
atau membawa jawaban yang telah lengkap atau telah dipersiapkan dengan
menulisnya terlebih dahulu sebelum ujian berlangsung.
Social-active yaitu
perilaku menyontek dimana siswa mengkopi, melihat atau meminta jawaban dari
orang lain.
Social-passive adalah
mengizinkan seseorang melihat atau mengkopi jawabannya.
Faktor-Faktor
yang Menyebabkan Perilaku Menyontek
Faktor
Internal yang Menyebabkan Perilaku Menyontek. Menurut Shandy
(2010) Kebiasaan menyontek dapat muncul dari diri sendiri disebabkan karena kurangnya
percaya diri dalam mengerjakan tugas. Selain itu menyontek juga disebabkan faktor
“malas” yang sudah ada pada siswa. Malas belajar dan tidak membuat tugas akan membentuk
karakter siswa yang menginginkan sesuatu diperoleh dengan cara instan, sehingga
menyontek menjadi pilihan. (Koto, 2014). menyontek/cheating bisaterjadi apabila
seseorang berada dalam kondisi underpressure, yaitu apabila dorongan atau harapan
untuk berprestasi jauh lebih besar daripada potensi yang dimiliki. Apabila tidak
dikendalikan dengan baik, akan menimbulkan hasrat untuk melakukan
cheating/menyontek. (Koto, 2014)
Faktor
Eksternal yang Menyebabkan Perilaku Menyontek.
Dari Pendidik,
alasan pertama penyebab siswa menyontek adalah metode belajar yang monoton dan
kurang variasi membuat siswa menjadi bosan dan jenuh untuk belajar. Alasan yang
kedua karena didorong kurangnya ketegasan dari guru untuk menindaklanjuti siswa
yang ketahuan menyontek, kurang tegasnya dari pendidik membuat budaya menyontek
semakin menjadi-jadi dikalangan siswa.
Dari Orang Tua atau Keluarga, Seringnya orang tua yang menuntut anaknya untuk mendapatkan nilai yang tinggi. Jika tidak didukung
degan cara yang relevan, tuntutan orang tua tersebut bisa berdampak negatif pada anak. Salah satunya adalah
orang tua yang mementingkan hasil daripada proses anak dalam belajar. Hal ini bisa menekan anak untuk
menyontek dalam pelajaran karena takut, dan menyontek dianggap sebagai solusi pintas untuk mendapatkan nilai
yang tinggi.
Dari Teman, keinginan
menyontek dapat timbul ketika melihat temannya menyontek, banyaknya teman yang
menyontek dapat membuat anak-anak berpikir “Untuk apa bersipkap jujur kalau
semuanya menyontek?”. Hasrat menyontek dapat juga muncul karena adanya peluang
yang diberikan oleh teman, seperti berupa pembagian jawaban dari teman yang
pintar. Mereka juga berpikir bahwa saling menyontek dapat menumbuhkan
solidaritas, sedangkan bagi siswa yang tidak menyontek seringkali mendapatkan
tekanan dari teman-teman nya untuk menyontek juga atau memberikan contekan
dengan alasan demi solidaritas.
Dampak
Negatif Menyontek
Dampak
Negatif Bagi Siswa yang Tidak Menyontek
Merugikan Siswa yang Jujur Secara tidak langsung, siswa yang jujur juga ikut dirugikan
akibat kebiasaan menyontek. Hal ini dapat dilihat dalam seleksi penerimaan beasiswa yang
diadakan disekolah atau di kampus. Bagi mereka yang
menyontek memperoleh nilai tinggi daripada siswa
yang jujur saat ujian. Sementara salah satu syarat untuk memperoleh beasiswa dilihat dari nilai siswa tersebut.
Nilai
/IPK Bukan jadi Kebanggaan. Dampak selanjutnya dari menyontek adalah
kurangnya rasa bangga terhadap Nilai/IPK yang diperoleh oleh peserta didik dan mahasiswa.
IPK yang tinggi diperoleh dengan gampangnya tanpa dibarengi dengan usaha yang sepantasnya.
Dampak
Negatif Bagi Siswa yang Menyontek
Tidak mandiri. Peserta didik yang sering menyontek akan mengakibatkan tingginya
rasa ketergantungan terhadap
orang lain. Hal ini dikarenakan kebiasaan yang selalumengandalkan
orang lain dalam melaksanakan tugas.
Mudah menyerah. Hal ini akan dirasakan pada saat menghadapi dunia kerja. Karena terbiasa mengandalkan
orang lain, maka pada saat bekerja mereka yang sering menyontek akan mudah menyerah dalam melaksanakan pekerjaan.
Berdosa. Kebiasaan menyontek jika dilihat dari segi agama maka termasuk dalam perbuatan tercela. Hal ini tentu akan menambah daftar dosa yang kita kerjakan. Karena tuhan akan mebalas kebaikan seseorang walaupun hanya sebijizarah, begitupun sebaliknya.
Berpotensi sebagai koruptor. Dalam sebuah acara seminar di
UniversitsTadulako, Ketua KPK Abraham Samad yang menyatakan “Menyontek saat ujian,
berarti tidak jujur, dan ini adalah cikal bakal dari kejahatan korupsi.
Apalagi skripsi dibuatkan oleh orang lain”. Dalam hal ini Abraham Samad tidak hanya
menekankan pada mahasiswa saja, ”Begitu pula dosen yang mendagangkan ilmunya dengan
membuatkan skripsi mahasiswa. Keduanya merupakan intellectual corruption atau korupsi intelektual,”
tegas Dr. Abraham Samad.
Dampak Negatif menyontek Bagi Sekolah
Rendahnya Mutu Hasil Pendidikan. Hasil pendidikan yang dimaksud adalah para siswa dan sarjana yang dihasilkan oleh perguruan tinggi.
Mereka lulusan dengan IPK yang tinggi tanpa ilmu yang mumpuni karena sewaktu kuliah
mereka hanya mengandalkan otak orang lain dalam melaksanakan tugas. Hal ini akan mempengaruhi kemampuan lulusan sarjana dalam menyikapi dunia kerja yang mana kreatifitas dituntut harus tinggi.
Rendahnya Daya Saing Sekolah dengan Sekolah
Lain.
Dengan lulusan yang siswanya sering menyontek, maka tingkat kompetensi sekolah tersebut akan rendah. Hal ini akan berakibat rendahnya daya saing lulusan sekolah dengan sekolah
lain.
Upaya
Mencegah Siswa Menyontek
Upaya
Mencegah Siswa Menyontek dari
Sekolah
Meningkatkan ketegasan guru. Guru sebagai faktor penentu dalam mengatasi
kebiasaan menyontek pada siswa, jika ada siswa yang ketahuan menyontek diharapkan
seorang guru akan memberi sanksi yang tegas, sehingga kebiasaan menyontek dapat
diberantas hingga tuntas.
Menambah wawasan pengetahuan siswa. Penambahasan wawasan siswa dapat dilakukan
dengan penambahan bimbingan belajar (bimbel), diharapkan dengan bertambahnya
pengetahuan siswa dapat mengurangi kebiasaan menyontek pada siswa.
Memberikan reward/penghargaan. Penghargaan diberikan kepada siswa
yang konsisten untuk jujur. Hal ini dapat memicu semangat siswa untuk berlomba-lomba
untuk jujur, selain untuk siswa penghargaan juga diberikan kepada pendidik yang
konsisten dalam menerapkan peraturan yang tidak membolehkan siswa untuk menyontek. Sehingga dengan adanya penghargaan ini diharapkan dapat mengurangi kebiasaan menyontek pada siswa.
Memberikan sanksi yang setimpal dengan kecurangan yang dilakukan siswa. Dengan memberikan sanksi
yang setimpal diharapkan dapat menekan kebiasaan menyontek pada siswa. Namun sanksi
yang diberikan diusahakan
berdampak positif yang
dapat mengarahkan siswa untuk sadar akan kesalahannya.
Upaya
Mencegah Siswa Menyontek dari
Siswa atau Diri
Sendiri
Belajar dengan tekun. Bila kita belajar dengan tekun, kita
pasti akan menjadi lebih percaya diri dan merasa mampu mengerjakan ujian dengan
baik. Bila kita merasa membutuhkan bantuan dalam belajar, kita dapat membuat
kelompok belajar dengan teman atau mengikuti bimbel (bimbingan belajar) untuk
mengatasi masalah belajar kita.
Mendekatkan diri dengan Tuhan. Dengan mendekatkan diri dengan Tuhan,
kita akan merasa bersalah ketika memutuskan untuk menyontek, sehingga dapat
mencegah kita menyontek dan memilih untuk melaksanakan ujian secara jujur
meskipun mendapatkan hasil yang buruk.
Tidak mudah terpengaruh teman. Jangan takut untuk menolak ikut
menyontek atau memberikan contekan kepada teman karena alasan solidaritas.
Karena menyontek hanya akan membuat siswa malas belajar dan tidak ada
hubungannya dengan solidaritas, dapat dinamakan solidaritas teman bila membantu
belajar bersama bukannya menyontek bersama. Lebih baik tidak mengikuti teman
menyontek dan lebih memilih untuk jujur.
Upaya Mencegah Siswa Menyontek dari
Orang Tua
Mendekatkan diri dengan anak. Dengan mendekatkan diri dengan anak,
anak akan merasa lebih dekat dan jujur dalam mengungkapkan perasaannya pada
orang tuanya. Anak juga akan lebih memikirkan lagi perasaan orang tuanya ketika
ia akan menyontek, sehingga membuatnya ragu untuk menyontek karena takut
mempermalukan orang tuanya.
Tidak mengharapkan nilai yang terlalu
tinggi. Orang tua
tidak seharusnya mengharapkan nilai yang sulit dicapai oleh anaknya, dengan membandingkannya
dengan anak-anak lain yang mungkin lebih pintar. Orang tua seharusnya lebih
dahulu mengetahui batas kemampuan anaknya, sehingga tidak memaksanya harus
mendapat nilai yang sama dengan anak yang lebih pintar, karena harapan yang
terlalu tinggi dari orang tua hanya akan membuat anak berusaha mendapatkan
nilai tinggi dengan cara apapun termasuk menyontek.
Mengajarkan anak belajar secara
positif dan jujur.
Belajar secara positif dengan menanamkan kejujuran sedini mungkin sehingga
dapat mencegah perbuatan menyontek. belajar secara negatif dengan kaku dan
memaksa hanya akan membuat anak stres dan tertekan.
Hukuman dan Penghargaan. Ajarkan anak bersikap jujur dengan
cara memberikan penghargaan atau hadiah bila anak mendapat nilai bagus sehingga
dapat memicu semangat belajarnya, sedangkan bila ia ketahuan menyontek berikan
hukuman yang setimpal sehingga ia menydari kesalahannya.
Daftar Pustaka
Koto, L. (2014, Mei). Analisis
sebab akibat kebiasaan
menyontek pada pelajar dan solusi untuk mengatasinya. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas
Negeri Padang.
Riadi, M. (2013, Maret 14). Teori menyontek. Kajian Pustaka. Diunduh dari http://www.kajianpustaka.com/2013/03/teori-menyontek.html
Tim
Pustaka Pheonix. (2009). Kamus Besar
Bahasa Indonesia Edisi Baru. Jakarta
: Media Pustaka Pheonix.
JOIN NOW !!!
BalasHapusDan Dapatkan Bonus yang menggiurkan dari dewalotto.club
Dengan Modal 20.000 anda dapat bermain banyak Games 1 ID
BURUAN DAFTAR!
dewa-lotto.name
dewa-lotto.com