Music

Selasa, 11 November 2014

Pergaulan Bebas di Kalangan Remaja


Pergaulan Bebas di Kalangan Remaja

Latar Belakang

     Semakin bertambah banyaknya kasus pergaulan bebas dikalangan remaja menjadi alasan utama saya dalam memilih topik ini sebagai karya tulis. Fenomena pergaulan bebas sudah menjadi hal yang wajar dikalangan remaja khususnya remaja ditingkat SMP dan SMA. Banyak contoh pergaulan bebas seperti seks bebas, narkoba, dan lain-lain.

Pengertian Pergaulan Bebas.

     Pengertian Pergaulan Bebas Menurut KBBI. Pengertian pergaulan bebas menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) terbagi menjadi 2 kata yaitu pergaulan dan bebas, pergaulan berarti kehidupan bergaul dan bebas berarti tidak terikat atau terbatas oleh aturan.

     Pengertian Pergaulan Bebas Menurut Para Tokoh. Gunarsa dan Gunarsa (2004, h. 50) mengatakan, “Pergaulan bebas berarti pergaulan yang luas antara pemuda dan pemudi. Tidak terlalu menekankan pengelompokan yang kompak antara dua orang saja, akan tetapi antara banyak muda-mudi.”

Faktor yang Menyebabkan Pergaulan Bebas.

     Beberapa faktor yang menyebabkan remaja melakukan pergaulan bebas adalah: (a) penampilan fisik, remaja tidak percaya diri ketika masa pubertas karena adanya perubahan fisik; (b) status kedewasaan, seperti pemikiran yang masih kekanak-anakan akan mudah terpengaruh serta kurangnya sikap bertanggung jawab; dan (c) kekaburan mengenai masa depan dan keragu-raguan mengenai tempatnya didalam masyarakat. (Gunarsa & Gunarsa, 2004).

Dampak Negatif Pergaulan Bebas.

     Dampak negatif dari pergaulan bebas terbagi menjadi 2, yaitu (a) kenakalan remaja, (b) seks bebas, dan (c) narkotika. (Chomaria, 2008).

     Kenakalan Remaja. Kenakalan remaja adalah perilaku menyimpang dan melanggar aturan sehingga mengganggu ketertiban dan ketenangan hidup masyarakat. Contoh dari kenakalan remaja adalah perampokan, pembunuhan, pencurian, perkosaan, tawuran, pelacuran, pencurian, sampai membolos sekolah.

     Seks Bebas. Kebanyakan remaja melakukan seks bebas karena didorong oleh keinginannya sendiri untuk merasakan kenikmatan duniawi semata tanpa mempertimbangkan agama dan nilai moral. Dorongan seksual remaja timbul akibat banyaknya media massa cetak maupun elektronik yang banyak mengekspose tentang pornografi sehingga banyak remaja yang terpengaruh untuk mengikuti.

          Keuntungan dan Kerugian. Keuntungan dari seks bebas hanya satu yaitu untuk menyalurkan dorongan seksual, sedangkan kerugiannya lebih banyak yaitu (a) menjadi kecanduan, (b) berdosa, (c) rasa penyesalan yang tidak akan hilang, dan (d) dari pihak wanita akan merasa kotor dihadapan suaminya nanti.

          Akibat Seks Bebas. Akibat dari seks bebas antara lain: (a) hamil, ada 3 alternatif bila terlanjur hamil yaitu melahirkan dan menjadi single parent, melahirkan dan hak asuh diberikan pada keluarga, atau aborsi; (b) penyakit menular seksual (PMS), seperti gonorrhea, herpes dan sifilis; (c) HIV/AIDS, penyakit ini yang paling sering terjadi bila melakukan seks bebas dan paling sulit disembuhkan serta sangat menular;  dan (d) penyimpangan seksual, seperti masturbasi, fethisisme, prostitusi, homo seksual, dll.

     Narkotika. Awalnya remaja yang penasaran dengan narkoba yang ditawarkan akan coba-coba lalu mulai meningkatkan dosis penggunaan akhirnya menjadi kecanduan. Pemasok awalnya memberi dengan gratis tetapi ketika sudah kecanduan, pemasok baru member harga mahal untuk narkoba ini. Pecandu akan mulai mengalami perubahan suasana hati, pola pikir dan perilaku. Beberapa narkotika seperti heroin, putaw dll memberikan efek menyenangkan dan bebas pada awalnya kepada pemakai. Efek jangka pendek dari narkoba ini adalah kerusakan atau gangguan organ tubuh, efek jangka panjangnya dapat menyebabkan kerusakan otak sampai kematian.

Pengertian Remaja.

     Pengertian Remaja Menurut KBBI. Pengertian remaja menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah mulai dewasa atau sudah sampai umur untuk kawin.

     Pengertian Remaja Menurut Para Tokoh. “Masa remaja adalah masa peralihan dari anak – anak menuju dewasa yang mencakup kematangan mental, emosional, sosial dan fisik”. (Hurlock, 1999, h. 206).

Perkembangan Psikososial Remaja. Erik Erikson mengemukakan delapan tahap perkembangan psikososial, dalam pandangannya tujuan remaja adalah mencari identitas. Pada masa remaja kita mulai mencari tahu siapa diri kita dan apa keyakinan diri kita, sedangkan remaja yang tanpa identitas jelas dan tanpa tujuan sangat mudah dipengaruhi hal-hal negatif dari teman-temannya. (Semiun, 2010).

Upaya Mencegah Pergaulan Bebas pada Remaja.

     Upaya Mencegah Pergaulan Bebas pada Remaja dari Orang Tua. Beberapa upaya yang dapat dilakukan orang tua untuk mencegah anaknya melakukan pergaulan bebas dimasa remaja, yaitu: (a) orang tua tidak boleh menyerah dalam mendidik anak, harus bertahan dan kuatb dalam mendidik anak dimasa remajanya; (b) orang tua harus konsisten dalam ucapan dan ajarannya, tidak boleh plinplan dan harus member pesan yang jelas pada anak; (c) menjalin kontak yang positif dengan anak, seperti komunikasi dan melakukan kegiatan bersama; (d) memberi pengarahan yang lunak tapi pasti, orang tua harus tegas tapi tidak menggunakan kekerasan; dan (e) kenali diri anda sendiri, tidak perlu mengikuti metode pengajaran orang lain bila menurut anda tidak sesuai dengan pendapat anda karena setiap anak dapat diajarkan secara berbeda. (Gardner, 1996).

Kesimpulan

     Simpulan dari karya tulis ini adalah banyak aspek yang menimbulkan remaja melakukan perilaku pergaulan bebas,tidak dipungkiri bahwa memang setiap tahunnya kasus remaja yang terlibat pergaulan bebas semakin meningkat. Ini juga dissebabkan oleh kurangnya moral bangsa pada zaman modern sekarang ini. Semoga karya tulis ini dapat bermanfaat untuk remaja dimasa yang akan datang dan semoga kehidupan moral remaja di Indonesia menjadi semakin lebih baik.    


Daftar Pustaka
 

Chomaria, N. (2008). Pergaulan bebas. Dalam A. Najmuddin (Ed.), Aku sudah gede: Ngobrolin pubertas buat remaja islam (h. 95-125). Solo: Samudra.

Gardner, J. E. (1996). Memahami gejolak masa remaja (M. S. Hadisubrata, Penerj.). Jakarta: Mitra Utama. (Karya asli diterbitkan tahun 1983)

Gunarsa, Y. S. D., & Gunarsa, S. D. (2004). Psikologi untuk muda-mudi.  Jakarta:  BPK Gunung Mulia.

Hurlock, E. B. (1999). Psikologi perkembangan (I. Widayanti & Sudjarwo, Penerj.). Jakarta: Erlangga.

Semiun, Y. (2010). Teori kepribadian dan terapi psikoanalitik freud (h. 21). Yogyakarta: Kanisius.

Tim Pustaka Phoenix. (2009). Kamus besar bahasa indonesia edisi baru. Jakarta: Media Pustaka Phoenix.

4 komentar: