Music

Rabu, 17 September 2014

Pertemuan 16-9-2014 Blok Filsafat Psikologi UNTAR

METAFISIKA


Metafisika tidak sekedar tentang ilmu ghaib atau ketuhanan, tetapi juga tentang semua yang ada seperti manusia, hewan, tumbuhan dan benda alam lainnya.
•Etimologis: meta ta physika = sesudah fisika. Istilah Andronikos dari Rhodes untuk 14 buku Aristoteles yg ditempatkan sesudah fisika (8 buku). Aristoteles sendiri menyebut filsafat pertama (metafisika) dan filsafat kedua (fisika).
•Beragam arti metafisika:
  =upaya mengkarakterisasi realitas sbg keseluruhan.
  =usaha menyelidiki apakah hakikat yg berada di balik realitas.
  = (umum) pembahasan falsafati yg komprehensif mengenai seluruh realitas atau segala sesuatu yang ada.
•Pembagian metafisika: Metafisika umum (ontologi) dan metafisika khusus yg meliputi: kosmologi, teologi metafisik, fils. Antropologi.

Metafisika Umum/Ontologi
Definisi Metafisika/Ontology Menurut Tokoh
- Aristoteles: Metafisika adalah cabang filsafat yang mengkaji yang-ada sebagai yang-ada
- Anton Bakker: Metafisika adalah cabang yang menyelidiki dan menggelar gambaran umum tentang struktur realitas yang berlaku mutlak dan umum.
- Frederick Sontag: Metafisika adalah filsafat pokok yang menelaah 'prinsip pertama' (the first principle)
- Van Peursen: Metafisika adalah bagian filsafat yang memusatkan perhatiannya kepada pertanyaan mengenai akar terdalam yang mendasari segala yang-ada
- Michael J. Loux: Metafisika adalah ilmu tentang kategori

Metafisika/Ontologi membahas segala sesuatu yang ada secara menyeluruh dengan cara memisahkan eksistensi dari penampilann eksistensi itu.
Tiga teori ontologis:
 1. Idealisme: ada sesungguhnya berada di dunia ide, yang tampak nyata dalam alam indrawi hanyalah bayangan dari yang sesungguhnya. Tokohnya:
- Berkeley (1685-1753): satu-satunya realitas sesungguhnya ialah aku subjektif spiritual.\
- I. Kant (1724-1804): objek pengalaman ialah yang ada dalam ruang dan waktu, penampilan dari yang tak punya eksistensi dan independen di luar pemikiran kita.
- Hegel (1770-1831): segala sesuatu yang ada adalah satu bentuk dari satu pikiran.
2. Materialisme: menolak hal yang tak kelihatan. Ada yang sesungguhnya adalah yang keberadaannya semata-mata material. Realitas ialah alam kebendaan. Tokohnya:
- Leukippos dan Demokritos (460-370sM): realitas bukan hanya satu tapi banyak unsur yang tak dapat dibagi (atom).
Hobbes (1588-1679): seluruh realitas ialah materi yang tak bergantung pada pikiran kita.
- L.A.Feuerbach (1804-1872): material adalah realitas sesungguhnya, manusia bagian dari alam meteri itu.
3. Dualisme: tipe fundamental substansi adalah materi (secara fisis) dan mental (tidak kelihatan secara fisis). Harus dibedakan dengan monisme dan pluralisme (teori tentang jumlah substansi).

Metafisika Khusus (Teologi Metafisik)

Pengertian
Kosmologi: (kosmos=dunia/ketertiban, logos=kata, ilmu) percakapan tentang alam/ketertiban paling fundamental dari seluruh realitasMemandang alam sebagai totalitas dari fenomena. Yang disoroti: ruang dan waktu, perubahan, kebutuhan, keabadian dengan metode rasional.
Teologi metafisik: dikenal dengan theodicea yg membahas kepercayaan pada Allah di tengah realitas kejahatan yang merajalela di duniaMembahas eksistensi Allah lepas dari kepercayaan agama.
Beberapa tokoh Anselmus, Descartes, Thomas Aquinas, I.Kant membuktikan Allah ada dengan bukti rasional sbb:
- Argumen ontologis: semua manusia punya ide ttg Allah. Realitas lebih sempurna dr ide. Tuhan pasti ada dan realitas adanya pasti lebih dari ide manusia tentang Tuhan.
Argumen kosmologis: setiap akibat pasti punya sebab. Dunia (kosmos) adalah akibat. Penyebab adanya dunia ialah Tuhan.
Argumen teleologis: Segala sesuatu ada tujuannya. Seluruh realitas tidak terjadi dengan sendirinya. Pengatur tujuan adalah Tuhan.
Argumen moral:Manusia bermoral karena dpt membedakan yang baik dan buruk. Dasar dan sumber moralitas adalah Allah.

Definisi Metafisika Khusus Menurut Tokoh

- Filsafat Stoa: panteistissegala sesuatu dijadikan oleh kekuatan ilahi/kekuatan alam. Spinoza melihat segala sesuatu yang ada adalah Allah. Skeptisisme sebaliknya meragukan adanya Allah.
- David Hume: Tidak ada bukti yang benar-benar sahih yang membuktikan Allah ada. Hume menolak Allah dan kebenaran agama.
- L. Feuerbach: religi tercipta oleh hakikat manusia sendiri, yakni egoisme. Allah adalah gambaran keinginan manusia. Allah tak lain dari apa yang diinginkan manusia.
- F. Nietzche: Konsep Allah dalam agama kristen adalah buruk, karena Allah dianggap sebagai Allah yang lemah. Ia berkesimpulan Allah itu sudah mati.
- Sigmund Freund: tiga fungsi Allah yang utama, yaitu: 
a) penguasa alam
b) agama mendamaikan manusia dengan nasibnya yang mengerikan
c) Allah menjaga agar ketentuan/peraturan budaya dilaksanakan.

AKSIOLOGI


Pengertian
Aksiologi berasal dari kata dalam bahsa Yunani, yaitu axios dan logos. Axios berarti nilai dan logos berarti ilmu.Nilai berkaitan dengan kegunaanAksiologi merupakan cabang Filsafat yang mempertanyakan bagaimana manusia menggunakan ilmunyaAksiologi sebagai ilmu yanbg membicarakan tujuan ilmu pengetahuan itu sendiri.
Surisumantri menyatakan bahwa aksiologi merupakan teori nilai yang berkaitan dengan dengan kegunaan dari pengetahuan yang diperoleh.
- Aksiologi adalah kajian tentang kegunaan ilmu pengetahuan bagi kehidupan manusia, kajian tentang nilai-nilai, khususnya etika.
Aksiologi adalah bagian dari filsafat yang menaruh perhatian tentang baik dan buruk, benar dan salah, serta tentang cara dan tujuan dari perbuatan manusia.
- Aksiologi merumuskan suatu teori yang konsisten mengenai perilaku etis.
Aksiolog membedakan “yang ada” dengan nilai, membedakan fakta dan nilai. Untuk menjelaskan lebih jauh apa nilai, perlu dibedakan dengan fakta. Fakta adalah sesuatu yang ada secara nyata, berlangsung begitu saja. Sementara nilai sebagai sesuatu yang berlaku, sesuatu yang memikat/mengimbau kita. Nilai berperanan dalam suasana apresiasi, sementara fakta ditemui dalam konteks deskripsi. Fakta dapat dilukiskan secara objektif
Fakta selalu mendahului nilai, duluan fakta baru penilaian atas fakta tersebut.
3 ciri-ciri nilai
1) Nilai berkaitan dengan subjek
2) Nilai tampil dalam konteks praktis
3) Nilai menyangkut  sifat yang ditambah oleh subjek pada sifat yang dimiliki oleh objek.
Macam-macam nilai
1) nilai ekonomis: bidak hukum ekonomi
2) nilai estetis: saat menikmati lukisan, atau lagu yang indah.

Nilai Moral
Nilai dibagi dalam 4 kelompok
1) Nilai yang menyangkut kesenangan dan ketidaksenangan terdapat dalam objek yg perpadanan dengan makluk punya indera
2) Nilai-nilai vitalitas - perasaan halus, kasarluhur dll
3) nilai rohani seperti nilai estetis (bagus jelek) benar salah (tidak terikat pada permasalah inderawi), 
4) Nilai Religius seperti yang kudus dan tidak kudus menyangkut objek absolut.
Ada suatu hirarki dari pengelompokkan 4 nilai tersebut: nilai vital lebih tinggi dari nilai kesenangan, nilai rohani lebih tinggi dari nilai vital, dst.
Ciri-ciri nilai moral: 
1) Berkaitan dengan tanggungjawab kita sebagai manusia. Nilai moral bisa diwujudkan dalam perbuatan  yang sepenuhnya jadi tanggungjawab.
2) Berkaitan dengan hati nurani
3) Mewajibkan, nilai moral mewajibkan secara absolut
4) Bersifat formal: tidak ada nilai moral yangmurniterlepas dari nilai lain.
Nilai moral memiliki kekuatan besar yang memaksa untuk menerimanya, walaupun bertentangan dengan hasrat kecenderungan dan kepentingan pribadi kita.

Pembagian Aksiologi
Aksiologi dibagi dalam dua bagian, yaitu
1) Etika (Filsafat Etika):
- Etika mengkaji tentang prinsip-prinsip dan konsep-konsep yang mendasari penilaian terhadap perilaku manusia.
- Etika digunakan untuk membedakan hal-hal, perbuatan-perbuatan, atau manusia-manusia lainnya.
- Etika sebagai filsafat yang memuat pendapat, norma, dan istilah moral.
- Etika sebagai aturan sopan santun dalam pergaulan.
2) Estetika (Filsafat keindahan).
- Estetika mengkaji tentang prinsip-prinsip yang mendasari penilaian atas berbagai bentuk seni, yang mengkaji apa tujuan seni, apa peranan rasa dalam pertimbangan estetika, bagaimana kita bisa menganal karya besar seni
- Estetika berkenaan dengan nilai tentang pengalaman keindahan yang dimiliki manusia terhadap lingkungan dan fenomena di sekelilingnya

Filsafat Sebagai 3 hal sebagaimana dikemukakan Idzan Fautanu:
1. Filsafat sebagai kumpulan teori digunakan memahami dan mereaksi dunia pemikiran
2. Filsafat sebagai pandangan hidup
3. Filsafat sebagai metodologi dalam memecahkan masalah

Encyclopedia of Philosophy dijelaskan aksiologi dinamakan dengan value and valuation:
1. Nilai digunakan sebagai kata benda abstrak
2. Nilai sebagai kata benda konkret
3. Nilai sebagai kata kerja dalam ekspresi menilai, memberi nilai, atau dinilai

Obyektivitas dan Subyektivitas Nilai
Nilai itu kadang-kadang bersifat obyektif, namun kadang-kadang bersifat subyektif.
- Dikatakan obyektif apabila nilai-nilai tidak tergantung pada subyek atau kesadaran yang menilaiTolak ukur suatu gagasan berada pada obyeknya bukan pada subyek yang melakukan penilaianKebenaran tidak tergantung pada kebenaran pada pendapat individu melainkan pada obyektivitas fakta.
Nilai menjadi subyektif apabila subyek berperan dalam memberikan penilaian, kesadaran manusia menjadi tolak ukurnyaDengan demikian, nilai subyektif selalu memerhatikan berbagai pandangan yang dimiliki akal budi manusia, seperti perasaan yang akan mengasah kepada suka atau tidak suka, senang atau tidak senang.

Peranan Nilai Bagi Kita
1.Nilai merupakan objek sejati bagi tindakan manusia.
2.Nilai mengarahkan manusia dan memberi daya tarik bagi manusia dalam membentuk dirinya melalui tindakan-tindakannya.
3.Menata hubungan sosial dalam masyarakat.
4.Memperkuat identitas kita sebagai manusia


SEKIAN


































2 komentar:

  1. Wah backgroundnya foto kelompok ya hahaha lucuuu trus blognya lengkap yah :)

    BalasHapus
  2. Nice share. Gw ksh nilai 98 ya :)

    BalasHapus