FILSAFAT MANUSIA: JIWA DAN BADAN
Plato mengatakan bahwa badan dan jiwa punya sifat yang
berbeda. Badan sementara dan jiwa abadi.
Monoisme
Satu aliran yang menolak pandangan bahwa badan dan jiwa
merupakan 2 unsur yang terpisah. Badan dan jiwa adalah satu substansi, keduanya
satu kesatuan yang membentuk pribadi manusia. Bertentangan dengan hakikat
manusia sesungguhnya.
3 bentuk aliran:
-Materialisme : Materi adalah dasar bagi segala hal yang
ada. Manusia dan jiwa bersumber dari materi. kelemahan materialisme adalah
tidak bisa melihat bahwa pengalaman bersifat personal.
-Teori identitas : Badan dan jiwa adalah elemen yang sama,
hanya memiliki perbedaan arti. Mengakui aktivitas mental manusia.
-Idealisme : peletak dasar ialah Rene Descartes yang
mengemukakakn "cogito ergo sum". Hal yang diterangkan melalui
pengalaman, nilai dan makna yang punya arti jika dihubungkan dengan jiwa.
Dualisme
Badan dan jiwa adalah 2 elemen yang berbeda dan terpisah.
Badan dn jiwa memiliki perbedaan pengertian dan objek.
4 cabang dualisme :
-Interaksionalisme : Hubungan timbal balik antara badan dan
jiwa
-Okkasionalisme : Memasukkan dimensi Ilahi dalam membicarakan
hubungan badan dan jiwa. Hubungan peristiwa mental dan fisik terjadi karena
campur tangan ilahi.
-Paralelisme : Sistem kejaidan ragawi. Alam merupakan sistem
kejadian kejiwaan pada jiwa manusia.
-Epifenomenalisme : Hubungan jiwa dan badan dari fungsi
syaraf.
Badan manusia
Badan adalah elemen dasar dalam bentuk pribadi manusia.
Pandangan tradisional mengatakan badan adalah kumpulan berbagai entitas yang
membentuk makhluk. Badan menyangkut keakuan, membicarakan tubuh adalah
membicarakan diri. ( Gabriel Marcel). Hakikat badan adalah seluruh aktivitas
entitas yang terjadi dalam badan, misalnya tertawa, menangis, berjalan,dll.
Jiwa manusia
Pandangan tradisional menyatakan bahwa jiwa adalah makhluk
halus, tidak bisa ditangkap pleh indera. Jiwa harus dipahami sebagai
kompleksitas kegiatan mental manusia. Jiwa menyadarkan manusia siapa dirinya.
James P. Pratt membagi kemampuan dasar manusia menjadi 4,
yaitu:
-Menghasilkan kualitas penginderaan
-Menghasilkan makna yang berasal dari penginderaan khusus
-Memberikan tanggapan terhadap hasil penginderaan.
-Memberi tanggapan pada proses yang terjadi dalam pikiran
demi kebaikan
Agustinus: Manusia hanya bisa melakukan penilaian terhadap
tindakkannya karena dorongan dari jiwa. Jiwa mendorong manusia untuk melakukan
hukum-hukum moral. Jika melakukan praktek moral maka jiwa berfungsi.
Sumber: powerpoint materi Filsafat Manusia-Jiwa dan Badan
singkat padat tapi jelas banget nih pembahasannya, 90 dehh :)
BalasHapus